Cara Terindah Mencintai Diri

Mencintai adalah keputusan sadar untuk mencurahkan perhatian disertai pengorbanan, kesetiaan, menerima kelebihan dan kekurangan, serta sikap lain yang menunjukkan usaha untuk menumbuhkembangkan yang dicintai. Begitu juga jika objek yang dicintai adalah diri sendiri. Meskipun dekat tapi tidak mudah.

Kadang kita sulit menemukan alasan untuk mencintai diri. yang nampak bayang-bayang suram dan akhirnya persepsi diri itu negatif. Data base di otak terasa disesaki file ketidakmampuan dan kegagalan. Dan diri terbenam dalam pengakuan menyesatkan yang menjadikan cinta sulit hadir dan berdiam diri, bahkan di dalam diri sendiri. Apakah anda pernah merasakan?

Padahal jika kita mau jujur dengan apa yang kita terima beserta kemudahannya, pastilah kita sadar bahwa diri ini sangat pantas dicintai. Dan diri ini sangat layak dalam zona kebahagiaan dengan kesadaran penuh atas potensi kebaikan yang kita miliki dan rasa syukur yang tak terbatas. Secara sederhana saya sampaikan cara terindah mencintai diri.

Menemukan Alasan Positif Menilai Diri

Tiap peristiwa yang kita alami terkadang dinilai negatif, meskipun peristiwa yang dialami netral. Jika terulang terus menerus akan menjadi pola otomatis yang secara langsung berpengaruh terhadap penilaian diri.

Pikiran memberikan kita pilihan dalam menilai diri. Maka setelah kita sadar bahwa penilaian negative itu berdampak buruk terhadap diri, selanjutnya kita ‘memaksa’ pikiran berlatih untuk membuat daftar penilaian positif.

Cobalah membuat norma baru dalam menilai peristiwa yang kita alami. Misalnya mengalami kegagalan, kita sebut keberhasilan segera diraih. Suara serak, kita sebut suara yang unik dan mudah dikenali. Tidak punya uang; rizqi akan segera mengalir. Dan berbagai sugesti positif lainnya.

Hal ini tidak hanya bermain kata-kata, tetapi ada harapan di balik menggunakan penilaian positif.

Menerima diri apa adanya

Kita tidak perlu menyembunyikan keterbatasan, dan tidak pula harus sombong dengan kelebihan diri. Kadang keterbatasan dan kelebihan adalah kenyataan yang harus dierima apa adanya. Penerimaan menjadi sikap mental yang positif dalam usaha mencintai diri.

Saat seseorang tahu kondisi diri yang sejujurnya itu akan mempermudah proses pengembangan diri, baik untuk mengembangkan kelebihan maupun mensiasati keterbatasan.

Mengenali dan Mengembangkan Potensi Kekuatan

Kita akan kesulitan potensi mana yang harus dikembangkan jika belum diidentifikasi. Maka kenali dirimu dengan utuh. Manusia dewasa yang sudah sadar dengan dirinya tentunya sudah dapat mengidentifikasi diri. Karena dalam proses kehidupan kita sebenarnya mendapat sinyal mana yang menjadi kekuatan diri.

Tapi nyatanya saat menginjak usia dewasa kita masih binging dengan diri. Jika kondisinya demikan, ada baiknya kita datangi ahli untuk membantu mengidentifikasi kekuatan diri. Saya belajar Talents Mapping dan sangat terbantu dalam mengidentifikasi diri dan membantu orang lain.

Jika sudah mengenal kekuatan diri, ada baiknya kita fokus dengan kekuatan. Logikanya, jika kita fokus menyelesaikan kekuarangan maka kelebihan diri tidak maksimal dan solusi atas kekurangan belum tentu kita dapat. Rugi dua kali dunk..

Percaya dengan Diri Sendiri

Jika kita memang mencintai diri, mestinya kita percaya dengan diri sendiri. Percaya dengan diri ini menjadikan pribadi yang otentik. Sangat penting bagi kita memegang kendali kesadaran bahwa diri mampu mencapai kesuksesan yang maksimal dengan kekuatan diri.

Belajar dari orang lain bukan untuk meniru, tetapi sebagai bahan pembanding dan mendapatkan inspirasi untuk pengembangan diri.

Menjauhkan dari Hal-hal yang Merusak Diri

Kehidupan ini menawarkan banyak kesenangan, tetapi belum tentu baik untuk diri. Maka miliki sikap waspada dan hati-hati pada tiap ‘kelokan’ yang bisa menjadi perusak pesona diri. Pada akhinrya mengurangi rasa cinta terhadap diri.

Banyak hal-hal yang dapat merusak diri, bahkan bisa jadi munculnya dari dalam. Misalnya sombong, merasa sempurna, abai, lalai, dan masih banyak lagi.

Nah, semoga kita semakin sadar bahwa mencintai diri adalah proses yang perlu direncanakan, dalam menjalaninya memerlukan keteguhan hati, dan tetap ‘membumi’ manakala hasil sudah Nampak.

Salam bahagia penuh manfaat

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *