Ini Jalan Suksesku

Manusia dengan berbagai dinamikanya dituntut untuk terus belajar dan memaksimalkan potensi diri agar dapat menjalankan peran kehidupan dengan maksimal. Memahami diri dengan tugas kehidupan yang banyak dilakukan sepanjang hidup, karena pada hakikatnya kehidupan itu berarti tugas. Selama masih hidup maka melekat tugas kehidupan.

Singkatnya hidup dan besarnya tugas menjadikan diri tidak layak untuk ‘sekedarnya’ menjalani hidup. Atau lebih parah lagi ‘semaunya’. Karena hidup in tidak maunya, tapi nyatanya. Kalau ‘maunya’ itu keinginan manusia bisa jadi terjadi bisa jati tidak, kalau ‘nyatanya’ itu kehendak dan tugas dari  Sang Pencipta yang merupakan taqdir dan pasti terjadi. Rasanya penting kita memahami kehendak Sang Pencipta dari pada kemauan diri.

Cara dan Jalan, Penting mana?

Mari kita berikan contoh terlebih dahulu. Jika hendak memindahkan suatu benda yang berat, yang paling penting dibutuhkan itu cara memindahkan atau atau Jalan Lintasannya? Sebagai contoh jika ada mobil yang keluar lintasan misalnya masuk gorong-gorong, maka dibutuhkan cara dan sumber daya yang tidak biasa. Tapi jika mobil di jalan beraspal, hanya butuh cara yang mudah utuk menjalankannya.

Memilih jalan itu menjadi prioritas sebelum menggunakan cara, meskipun keduanya sama-sama penting. Jalan yang benar akan memudahkan seseorang untuk memaksimalkan hasilnya. Salah jalan berarti akan menghambat bahkan menjauhkan  dari tujuan.

Jika keduanya adalah sebuah proses kehidupan, maka kita membutuhkan pemahaman tentang jalan hidup dan memaksimalkan dengan cara hidup.

Yang Mana Jalan Hidupmu?

Bagaimana kita memahami jalan hidup? Apakah lewat pelajaran dibangku sekolah? Ataukah petunjuk di laman pencarian ? hehe. Tentu tidak.

Begini, jalan hidup itu Kuasa Allah. Dia yang mengetahuinya, maka kepada-Nya kita lantunkan do’a untuk ditunjukkan jalan hidup yang benar. Nampak tidak riil? Tapi inilah yang sebenarnya, manusia itu menjalankan perintah Allah. Kehendak-Nya atas diri adalah perintah, berselisih akan menjadikan ketidakseimbangan potensi diri.

Apa kehendak Allah atas dirimu? Selain do’a, kita diberikan akal yang sedikit untuk mempelajari potensi diri agar tahu keperuntukannya.  Potensi kekuatan diri berasal dari bakat sifat yang secara spesifik diberikan kepadamanusia. Dan kita meyakini potensi yang Allah berikan itu dalam rangka menjalankan tugas hidup. Paling tidak inilah pemahaman yang mendekati untuk mengetahui jalan hidup manusia.

Aktifitas yang Fokus

Kita memiliki akal, hati, fisik yang sama-sama beraktifitas dengan polanya masing-masing. Manusia dapat memilih menfokuskan ketiganya sesuai kehendak. Tetapi yang perlu dipahami akal, hati, dan fisik  tidak benar-benar milik manusia. Manusia hanya punya hak guna. Lalu punya siapa? Allah pasti jawabannya.

Ketiganya akan berfungsi maksimal jika difokuskan sesuai spesifikasinya. Dan uniknya, manusia diberikan spesifikasi yang berbeda-beda. Mengenali cara kerja ketiganya sama halnya usaha menemukan keunikan cara kerja dan dinamika yang meliputinya.

Setelah kita benar-benar memahaminya, fokus dan maksimalkan. Fokus pada sesuatu yag menjadi kekuatan itu menyenangkan, jika ada beban bukan melemahkan tetapi menjadikan semakin menguat. Karena proses dijalani dengan sadar dan menyenenagkan.

Suksesmu, apa ukurannya?

Adakah alat ukur untuk menimbang keberhasilan manusia menjalankan tugas? Rasanya timbangan manusia tidak bisa mengukurnya. Tapi mari kita renungkan sebuah hadits yang di riwayatkan Ahmad, Khoirunnas anfa’uhum linnas. Ternyata ukuran kesuksesan bagi manusia manakala mampu bermanfaat untuk orang lain. Semakin banyak memberikan manfaat maka disebutkan semakin sukses. Dan dampaknya biasanya kebahagiaan yang kembali kepada diri. Yuks ukur kesuksesan kita…

Jika hendak merancang program yang sukses berarti merancang program yang memiliki dampak kebermanfatan. Ukuran tidak lagi hanya materi yang Nampak, atau akal yang melangit. Tetapi manfaat. Jadikan materi, akal, hubungan social, potensi, dan berbagai sumberdaya untuk memberi manfaat untuk orang lain. Sampai sini jelas ya…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *